Senin, 29 November 2010

Keberanian Untuk Memaafkan

Memaafkan adalah proses paling berat dalam hidup manusia (menurut saya)

Terutama dalam memaafkan diri sendiri..

Bukan berarti memaafkan orang lain adalah perkara yang mudah,

tetapi memaafkan diri sendiri butuh keikhlasan yang kuat dan keberanian untuk menghadapi kenyataan yang ada..

Well, namun saya yakin saya dan Anda mampu melakukannya.. krna setiap manusia adalah pemenang dan pemimpin bila mereka menginginkannya..

so.. just try, pray, and ikhlas (gak tahu euy bingnya.. hehe).. let's fight together for giving forgive to ourselves and other people! :)

Sabtu, 27 November 2010

Love. Angel. Music. Baby

Saya terinspirasi sekali dengan judul album Gwen Stefani diatas.
Seperti hal-hal yang saya jalani dalam hidup dan menjadi prinsip saya:

LOVE.
Utama dan terutama cinta terhadap Tuhan (yes, of course). Tetapi lebih penting lagi adalah cinta yang saya berikan terhadap diri saya sendiri dan terhadap orang lain. Cinta yang membuat saya tetap bertahan tidak menyentuh hal-hal negatif yg menggiurkan, cinta yang membuat saya tetap berusaha mengejar cita-cita saya, cinta yang membuat saya bekerja keras, dan cinta yang membuat saya menghargai perbedaan diantara manusia.
CINTA.

ANGEL
Menolong, dan berusaha selalu melihat kebaikan pada diri orang lain. Selalu berpikir positif bahkan dalam keadaan paling buruk. Senyuman dan penghargaan.. sifat-sifat kebaikan yang diturunkan Tuhan kepada manusia sebagai salah satu kelebihannya. Kebanggaan terbesar bagi diri saya adalah ketika saya berguna dan memberikan manfaat bagi orang lain secara positif.
Saya tidak bisa bilang ini malaikat, ini kekuatan
KEBAIKAN

MUSIC
Super Junior! (hehe, bercanda) Musik.. musik yang positif, yang memberikan semangat, yang memberikan kekuatan, yang memberikan makna, yang memberikan suasana. Buang jauh musik yang membuatmu sedih, terperangkap dalam pikiran negatif, dan tidak memberikan manfaat bagimu kecuali terperangkapnya pikiran gelap dalm otakmu.

BABY
Ah... ini cinta. Cinta terhadap kekasih utama saya (Tuhan), dan cinta terhadap orang-orang yang saya kasihi di sekeliling saya, mereka dearest saya, baby saya, sahabat-sahabat saya, kekasih saya, dan orang-orang di sekitar saya yang mau menerima saya dalam keadaan terburuk saya dan terbaik saya. A big thank you for u all.
SAYANG

Ah.. tulisan ini kembali tidak jelas, hanya menggambarkan dan mendeskripsikan ulang judul album Gwen Stefani dalam pikiran saya.

Sekali lagi, ini tulisan iseng. :)

Dualisme Merah Jambu

Hai! (diucapkan dengan nada orang Jepang) uwooww.. udh lama gw g nulis blog.

emang bener kata orang, yg plg susah dri nulis tuh bukan tgt ide aplgi teknis penulisan, tapi keinginan! yep, sy lg mood nulis, jadi mari kita mulai tulisan-tulisan iseng tidak bermakna saya.

Dualisme.

Tidak,tidak, sy tidak membicarakannya dalam konteks politik, negara, aplgi kepemimpinan. Saya mau membicarakan ini dalam konteks merah jambu, lebih tepatnya konteks "hati" lebih spesifik lagi hati saya. Definisi dualismenya juga terserah saya donk...

Hehe, lebih tepatnya dualisme disini adalah term yang sy gunakan untuk merangkum ap yg saya rasakan dlm konteks merah jambu malam ini. Malam dimana saya menghadiri pernikahan salah satu sahabat baik saya yg berhasil mewujudkan salah satu mimpinya yaitu menikah muda.

Vivi! Congrats! We Love U So Much! (^_^)

haha. balik ke laptop.. (basa-basinya banyak bgt)

Ini tulisan saya untuk kali ini:

DUALISME MERAH JAMBU

Ekspektasi yang disebut "keandalan"
Harapan yang disebut "kedewasaan"

Keandalan berwujud sikap
Kedewasaan berwujud pola pikir

Sikap dan Pola Pikir yang menghasilkan kebanggaaan..

tapi saya lelah berusaha mencari.. akhirnya saya membiarkan.
Kenapa?

Merah Jambu! Warna itu memenuhi hati saya walaupun semakin hari semakin saya pertanyakan apakah patut saya pertahankan warnanya?

Saya.. masih mencari harga Anda, dan..

Saya.. masih ingin mempertahankan warna itu.
Sungguh.

Tetapi, ada bisikan.
Yah, hanya bisikan.
Dan katanya.... ah, sudahlah.

Dualisme. Dua keinginan yang bertentangan dalam satu warna.
Merah Jambu.

Mungkin Anda bingung,
Begitu juga saya.

Ah, sudahlah. Ini hanya tulisan iseng.

Sabtu, 03 Juli 2010

Jangan Jadi Wanita Karir!


Judul yang sangat provokatif yah? haha.

Ini tepatnya adalah omongan bokap gw ke gw beberapa bulan yang lalu ketika gw mengungkapkan keinginan gw buat jadi reporter di salah satu koran terkemuka (selain wirausahawati tentunya).

Dia bilang : "Kalau mau jadi wanita karir, jadi PNS sekalian!, kalau kamu cwok, papa bebasin kamu mau ngapain aja, tapi karena kamu cwek, kalau kamu mau kerja kamu harus jadi PNS, gak boleh swasta!"

"Loh, kenapa? apa bedanya kerja jd PNS dan swasta buat cwek?" tanya gw.

"Beda. Gini, jadi PNS itu santai kamu g harus kerja nine to five dan masih bisa bagi waktu buat suami dan anak2 kamu jadinya. Kerja di swasta tuh capek, walaupun gajinya banyak. Papa gmau keluarga kamu berantakan nantinya! Wanita karir pasti keluarganya berantakan! Gak normal!"

Well.. Anda tahu, pada saat itu gw benar2 menolak hal tersebut dengan tegasnya..

Tapii... gw mulai memikirkan lagi nih skrg. Ini semua berkat pengalaman gw sebulanan ini. Pengalaman apa? yah jelas:

MAGANG!

Gw magang di inilah. com (semacam portal berita online gitu deh) sebagai reporter dengan gaji per hari rp 30.000+makan enak 2x sehari.

Dan... kata2 bokap gw terbukti.

Gw masuk jam 9 pagi pulang jam 7 malam (kadang jam 8 malam), dan itu capek.

Hampir g ada waktu buat ngapa2in lagi krna bgtu nyampe kamar langsung tidur buat bangun lagi paginya, begitu terus..

kerja di swasta trnyta emang menghabiskan tenaga dan waktu..

tp buat omongan bokap gw kalau mau jd wanita karir harus PNS.. yah.. walau bgmanapun jg kyknya g bakal gw lakuin sih..

IT'S NOT MY DREAM, though.

and i still thinking that dream and passion is the most important thing in my life.

tapi seengaknya satu kata2 bokap gw udah terbukti. kalau kerja di swasta itu membutuhkan keterampilan membagi waktu dan tenaga yang cukup besar.

TAPI... itu belum cukup kuat buat meyakinkan gw untuk membatalkan niat gw buat jadi reporter+wirausahawati yang sukses! Amiiinn... :)

Senin, 22 Maret 2010

Prinsip

ah, aahh.. gw sebenarnya agak bingung knp gw memilih untuk menulis blog saat ini, padahal yah..gw lagi UTS!!!!

hem.. tp mood nulis tuh kalau istilah ekonomi "barang langka" sekalinya ada, harus dibablas! keburu ilang, hehe, (^_^)

PRINSIP



"semua boleh terjadi, tapi kau akan tetap bertahan, bila kau punya prinsip"

P.R.I.N.S.I.P. waww,, kata2 yg terlihat sederhana yah..

dulu gw pikir prinsip itu yah gak sepenting itu, tp begitu ngliat temen gw (si A)
gw jadi tahu kenapa prinsip jadi begitu penting.

Prinsip itu penting karena menjaga kita tetap pada jalur, tidak mudah terombang-ambing, punya sikap, dan menjadi pijakan kita dalam menghadapi persoalan hidup.

prinsip tiap orang sih pastinya akan beda, tapi ketika lu punya prinsip, mau orang sekeliling lu rusak, ataupun buruk, itu gak akan pengaruh buat lu.

Lu akan jadi orang yang merdeka, dengan nilai-nilai dan prinsip yang lu pegang untuk menghadapi kehidupan, gak ngaruh apa yg orang lain lakukan sama lu.

lu jadi tahu batas, batasan diri lu sendiri buat orang lain dan sebaliknya,

lu jadi punya self-defense yang kuat dan pada akhirnya lu akan puas dengan diri lu sendri tanpa terpegaruh sesuatu hal eksternal yang gak bisa lu ubah.

krna di dunia ini yang bisa lu ubah cuma satu : DIRI LU SENDIRI

yang laen? well,, pandangan orang lain ke lu, sikap mereka, bencana alam,
itu semua hal-hal eksternal yg gak bisa lu ubah,

jadi, hiduplah dengan berpijak kepada prinsip dan nilai yg lu pegang, tapi jgn juga menutup diri dari krtikan yang membangun,
dengan begitu, lu jadi punya pegangan,

apakah itu?

yah.. DIRI LU SENDIRI dan TUHAN (buat gw)

ok, segitu dulu ah.. mau lanjut belajar lagi gw buat UTS, hehe,

Selasa, 23 Februari 2010

Nine : Gambaran Feminis Yang Berbalut Cinta dan Musik


Hem.. ni pertama kalinya gw buat blog. jadi nervous euy.. hehe,

ok,ok, gw lagi pengen banget nulis tentang satu film yang tadi gw tonton : NINE

Film ini bergenre drama musical film disutradarai sama Rob Marshall (sutradaranya Chicago -film musikal juga-) dan ini adalah karya pertama dia setelah 10 tahun yang lalu menyutradarai Chicago yang sukses di pasaran.

Film ini intinya bercerita tentang seorang sutradara terkenal bernama Guido Contini (Daniel Day Lewis) yang akan membuat film baru setelah karya terakhirnya yang sangat sukses di pasaran bertahun-tahun yang lalu. *kyknya ada curhat juga nih dari Rob Marshall, hehe*

Nah, si Guido ini pusing tujuh keliling karena dia didesak-desak terus sma orang-orang disekitarnya buat bikin naskah filmnya, padahal dia sama sekali blum punya inspirasi buat bikin film, dan dia merasa bener-bener nge-blank buat bikin film. Karena kegalauan-nya itulah akhirnya dia pergi ke Italia buat nyari inspirasi. Disanalah dia berkutat mencari inspirasi film-nya sekaligus meribetkan hidupnya sendiri dengan berhubungan dengan wanita-wanita di sekelilingnya yaitu:

Istrinya, Luisa (Marion Cotillard)
Selingkuhannya, Carla (Penelope Cruz)
Jurnalis fashion Amerika (Kate Hudson)
Aktris utama filmnya, Claudia (Nicole Kidman)
Desainer kostum sekaligus sahabatnya (Judi Dench)
Ibunya (Sophia Loren) dan
Pelacur saat dia muda (Fergie-nya Black Eyed Peas)

well,, walaupun film ini bagus, gw gak mau menyorot masalah jalan cerita ataupun kualitas dari film ini, gw mau ngebahas salah satu poin yang gw tangkep dari film ini:

Feminisme

Gini, didalam cerita film ini, Luisa (istrinya) sebenarnya sebelum menikah dengan Guido adalah seorang aktris, tetapi setelah menikah dengan Guido, dia berhenti ber-akting demi menjadi istri yang baik, bahkan pada saat Guido ketahuan selingkuh, dia tetap diam dan melakukan pemakluman terhadap sikap Guido. Ini adalah bentuk sikap perempuan masa itu yang selalu nrimo dan tunduk terhadap suami. Sudut feminisme ini bisa dilihat dari dialog:

Luisa : "You take everything from me, and you left nothing when i am become your wife"

sudut pandang feminis ini juga gw bisa lihat dari dialognya Clara pas Guido pergi

Clara : " I am always waiting in here with my legs open"

dari dua dialog ini udah bisa dilihat pembagian peran perempuan di film itu yang hanya berkutat di wilayah domestik dan dinilai dari hanya sekedar fisik oleh pria pada zaman itu, karena di salah satu adegan film ini dimana Guido dan sutradara harus meng-casting pemeran untuk filmnya Guido, komentar yang keluar hanya bersifat fisik.

Disini kekuatan perempuan dalam mempengaruhi kehidupan pria terletak dari perannya sebagai ibu (tercermin dari betapa pengaruh almarhum ibu Guido terhadap Guido di film ini sangat kuat), istri (tercermin dari betapa terpuruknya Guido ketika dia harus berpisah dengan Luisa), serta kepuasan fisik - lebih tepatnya seks- (tercermin betapa Clara, si Jurnalis Fashion Amerika serta sang pelacur mempengaruhi pandangan Guido dalam melihat perempuan).Di dalam film ini terdapat paradoks dimana perempuan digambarkan lemah sekaligus mempunyai pengaruh yang kuat terhadap laki-laki.

Yang paling menarik perhatian gw adalah apa yg dialami tokoh Luisa di film ini. Gw jadi bertanya-tanya, knp Luisa akhirnya memutuskan untuk brhenti brkarir? apa itu yg menjamin keutuhan sebuah keluarga bila seorang perempuan sudah bersuami? kebahagiaan yang diperkirakan akan datang dengan menjadikan suami dan keluarga sebgai sumber utama kebahagiaan.

Kalaupun seorang perempuan pada akhirnya memutuskan untuk berkarir, apakah itu menjamin wanita itu akan merasa bebas dan bahagia, seperti yang akhirnya dialami oleh tokoh Luisa di film ini pada bagian akhir?

Hem.. gw jadi berpikir deh tentang diri gw sendiri kedepannya.

Well, now about this film. Awalnya gw pikir ini cuma film seneng-seneng ala Moulin Rouge atau Chicago yang mengeksploitasi kisah percintaan klise yang dibalut dengan musik dan tata cahaya yang oke, tetapi ternyata film ini memberi gw lebih dari itu.

so, gw sangat merekomendasikan film ini buat lu tonton, especially when u studied feminism in u'r school make this film become u'r reference.

Welcome!


Hello World!

akhirnya setelah lama memiliki obsesi terpendam untuk membuat blog!

So.. Here I Am!

Hi, My Name is Wanda Ayu A.

and i make this blog just to write what's on my mind FREELY and WIDLY!

:))