Sabtu, 27 November 2010

Dualisme Merah Jambu

Hai! (diucapkan dengan nada orang Jepang) uwooww.. udh lama gw g nulis blog.

emang bener kata orang, yg plg susah dri nulis tuh bukan tgt ide aplgi teknis penulisan, tapi keinginan! yep, sy lg mood nulis, jadi mari kita mulai tulisan-tulisan iseng tidak bermakna saya.

Dualisme.

Tidak,tidak, sy tidak membicarakannya dalam konteks politik, negara, aplgi kepemimpinan. Saya mau membicarakan ini dalam konteks merah jambu, lebih tepatnya konteks "hati" lebih spesifik lagi hati saya. Definisi dualismenya juga terserah saya donk...

Hehe, lebih tepatnya dualisme disini adalah term yang sy gunakan untuk merangkum ap yg saya rasakan dlm konteks merah jambu malam ini. Malam dimana saya menghadiri pernikahan salah satu sahabat baik saya yg berhasil mewujudkan salah satu mimpinya yaitu menikah muda.

Vivi! Congrats! We Love U So Much! (^_^)

haha. balik ke laptop.. (basa-basinya banyak bgt)

Ini tulisan saya untuk kali ini:

DUALISME MERAH JAMBU

Ekspektasi yang disebut "keandalan"
Harapan yang disebut "kedewasaan"

Keandalan berwujud sikap
Kedewasaan berwujud pola pikir

Sikap dan Pola Pikir yang menghasilkan kebanggaaan..

tapi saya lelah berusaha mencari.. akhirnya saya membiarkan.
Kenapa?

Merah Jambu! Warna itu memenuhi hati saya walaupun semakin hari semakin saya pertanyakan apakah patut saya pertahankan warnanya?

Saya.. masih mencari harga Anda, dan..

Saya.. masih ingin mempertahankan warna itu.
Sungguh.

Tetapi, ada bisikan.
Yah, hanya bisikan.
Dan katanya.... ah, sudahlah.

Dualisme. Dua keinginan yang bertentangan dalam satu warna.
Merah Jambu.

Mungkin Anda bingung,
Begitu juga saya.

Ah, sudahlah. Ini hanya tulisan iseng.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar